Skip to main content

Semangati Diri... Itu Sangat Perlu!

Hidup ini memang penuh rintangan... belokan... sandungan... dan selain itu juga ada bunga, madu, cahaya yang membuat kita bisa bertahan.
Ketika kita mengalami hal yang tidak menyenangkan, ada baiknya kita tidak mengeluh tetapi kita harus bisa menyemangati diri.

Di dunia ini ada orang yang bisa berteman dan ada yang tidak bisa berteman. Orang yang bisa berteman, selalu dikelilingi orang banyak, sedangkan orang yang tidak bisa berteman, selalu terlihat mandiri... semua dikerjakan sendiri...

Kamu termasuk orang yang bisa atau tidak bisa berteman? Kalau aku, mungkin termasuk orang yang tidak bisa berteman. Tapi orang mengatakan bahwa orang yang berzodiak sepertiku adalah orang yang mudah bergaul sama siapa saja. Ternyata ga cocok... 😀 
Tapi mungkin juga aku di usiaku yang sekarang memang harus mengurangi kebutuhan akan berteman... dan tidak terelakkan bahwa kadang aku menghela nafas panjang karena hal itu, dan yang kulakukan haruslah menyemangati diri, supaya aku bisa menatap masa depan.

Dulu temanku banyak dan aku merasa berada di atas awan. Apa yang kulakukan selalu terlihat, diawasi, dan bahkan ada yang meniruku, seolah aku idola atau inspirasi teman-temanku. Dan sekarang aku tidak memiliki banyak teman, ada teman, tapi bukan teman. Dikatakan sahabat, ga juga. Dikatakan rekan kolega, iya. Mereka kadang baik, kadang juga menusuk dari belakang. Sakit. Tapi sudahlah. Semangati diri itu sangat dibutuhkan, tidak perlu terlalu merasakan lelah, tapi bangkit dan jalani aktivitas kita sebaik-baiknya.

Hidup memang pilihan. Kalau pilihan yang aku ambil sudah penuh tekad, aku tidak boleh mengingkarinya... Berusahalah, supaya menjadi yang terbaik demi pilihan hidup kita. Tuhan memberkati.




Comments

Popular posts from this blog

Iman (PU 9 Sept 2019)

Selamat pagi bapak ibu guru yang saya hormati dan juga anak2 semua yang saya banggakan. Profil lulusan sekolah kita salah satunya adalah siswa yang beriman. Iman adalah suatu prinsip hidup yang berketuhanan, dimana hati dan perasaan, akal dan pemikiran, ucapan dan tindakan haruslah sama. Maka orang yang beriman adalah orang yang memiliki prinsip hidup berketuhanan dan memiliki konsistensi diri. Orang yang memiliki iman yang kuat, pasti orang tersebut memiliki hati dan perasaan yang tulus, akal dan pemikiran yang baik, serta ucapan dan tindakan yang berakhlak. Apabila dikaitkan dalam kehidupan di sekolah, sebagai siswa yang beriman, tentu akan memiliki prinsip untuk berlaku baik terhadap teman2 (tidak ada pembullyan, tidak ada yang berkata kotor, berkata kasar, tidak ada yang berlagak bosy atau sok kaya, sok pintar, sok keren, sok kakak kelas, dan sok sok yang lain), berlaku sopan terhadap bapak ibu guru (tidak ada yang bicara kurang hormat kurang sopan baik dengan guru2 muda maupun ...

Orang Sempurna VS Orang Keras Kepala

Orang yang bisa bicara, bisa mendengar, bisa berpikir, bisa bertindak dan punya hati adalah orang SEMPURNA. Tetapi ada juga orang yang merasa dirinya sempurna dan lebih sempurna daripada orang lain, yah mungkin bisa kita sebut dengan orang keras kepala. Orang keras kepala tidak bisa mengikuti zaman era perubahan dari zaman purba hingga ke zaman teknologi, dan lebih tepatnya orang itu ingin tetap berada di zaman purba. Hari sudah berlalu, teknologi selalu update , tetapi namanya orang keras kepala yang ga bisa meng-  update dirinya sendiri. Suatu ketika ada dua kelompok dalam satu atap rumah. Di dalam rumah itu ada 8 orang. 6 vampir, dan 2 manusia biasa. Sebenarnya mereka sudah lama hidup berdampingan, dan memang sudah terbukti mereka bisa hidup berdampingan. Tetapi ada 1 vampir yang memiliki sifat keras kepala, dia ingin sekali meminum darah manusia, dan hampir beberapa kali manusia biasa itu terselamatkan dari cengkeramannya karena ketahuan dengan vampir lain.  Apabila di r...

Minggu Pelayanan (Lanjutan "Sekolah Musik")

Minggu tanggal 28 Maret 2010, saya mengikuti Misa Minggu Palma. Kami melaksanakan misa Ekaristi dengan khitmad, dimana penuh rasa syukur kepada Tuhan Yesus dengan mengelu-elukan "Hosana Hosana, Yesus Raja Damai". Saya menghadiri misa Ekaristi ini di Gereja Yohanes Pemandi Janti. Mulai pukul 07.00 sampai 09.30. Selesai Misa, saya meminta berkat Tuhan Yesus untuk menyertai saya saat saya melaksanakan tugas berikutnya, yaitu Rekaman Lagu Rohani. Sepulang Misa, saya langsung bergegas ke Gedung WB, berkumpul untuk berangkat bersama ke Batu. Saya dan teman-teman berada di sana dengan suasana yang agak berbeda dengan kemaren, saya rasa kurang bersemangat. Padahal ini adalah rekaman ulang yang kedua dan seharusnya lebih senang dan lebih bersemangat supaya hasilnya bagus. Kami semua sangat bersikeras untuk menyelesaikannya dengan baik, mulai pukul 11.30 sampai 22.00 wib. Semoga hasilnya baik. God Bless Us.