Skip to main content

TERBIASA

Suatu ketika di tengah kesibukanku, tiba-tiba aku merasakan hal yang tak terduga. Sekilas aku teringat masa lalu yang sangat membuatku bahagia. Di mana aku selalu bisa tertawa tanpa henti, lupa akan semua masalah yang aku punya, merasa aku adalah seorang dewi yang tak punya sayap. Aku bisa melayang di udara tanpa ada bantuan kepakan sayapku, cuma karena tutur katamu dan canda tawamu yang sempat dan pernah terlontar untukku. Sungguh sangat bahagia. Tetapi entah mengapa selanjutnya pahit terlintas di benakku, dimana aku merasa kesepian mendadak, dan serasa hidup ini sungguh sangat sulit. Beban yang berat, masalah yang tak terselesaikan seolah menempel di pundakku. Ketika saat itu harusnya kamu menemaniku, tetapi kamu tak kunjung datang. Seolah aku seperti kertas tugas atau koreksian yang terlupakan oleh guruku, terbang melayang tertiup angin, ingin sekali melambaikan tangan, tapi tak sanggup, apa daya karena keterbatasan diri. Seolah aku seperti kayu kering dan lapuk yang akhirnya tidak bisa digunakan apa-apa, hidup tanpa peran, tak bisa membangun rangka tenda yang kokoh. Sungguh rapuh. Sakit. Sedih.
Lalu kuhempas kepedihan itu, kugeleng-gelengkan kepalaku, menganggap hal itu tak pernah ada. Dan hey! tiba-tiba aku tersorot sinar lembut datang menyapaku, aku teringat akan sesuatu hal yang hangat, hal yang membuatku merasa nyaman ketika aku mendapatkan sinarmu, senyummu, sapamu, tawamu... Meski cuma sekilas dan sekejap saja... Bisa dihitung detik, mungkin malah milidetik... 
Sekali lagi sungguh hangat nyaman dan ingin sekali aku berhenti di detik itu. Membeku diam berdua hanya menatap melihat senyummu tawamu yang sungguh keluar dari hati. Sampai sampai aku punya mimpi, aku mendekapmu, dan memegang tanganmu dengan penuh ketulusan hati hingga kamu merasakan semua yang ada di hatiku. Rasa ini sungguh tak bisa kupungkiri, masih ada, masih menempel di hati. Mungkin aku sayang kamu. Mungkin aku juga suka kamu.
Aku hanya mengikuti rasa ini, aku tak berharap banyak, cuma memperhatikanmu saja dari jauh, yang kubisa. Karena memang situasi dan kondisiku saat ini yang membuat hal itu tidak mungkin. Pasti semua yang kurasakan akan sirna secara perlahan. Seperti aku kehilangan jam tangan kesayanganku yang secara perlahan aku bisa lepaskan memoriku, sehingga aku bisa membiasakan diri dan akhirnya aku terbiasa. Terbiasa dan terbiasa. Itu yang bisa aku tunggu... Terbiasa...

Comments

Popular posts from this blog

Iman (PU 9 Sept 2019)

Selamat pagi bapak ibu guru yang saya hormati dan juga anak2 semua yang saya banggakan. Profil lulusan sekolah kita salah satunya adalah siswa yang beriman. Iman adalah suatu prinsip hidup yang berketuhanan, dimana hati dan perasaan, akal dan pemikiran, ucapan dan tindakan haruslah sama. Maka orang yang beriman adalah orang yang memiliki prinsip hidup berketuhanan dan memiliki konsistensi diri. Orang yang memiliki iman yang kuat, pasti orang tersebut memiliki hati dan perasaan yang tulus, akal dan pemikiran yang baik, serta ucapan dan tindakan yang berakhlak. Apabila dikaitkan dalam kehidupan di sekolah, sebagai siswa yang beriman, tentu akan memiliki prinsip untuk berlaku baik terhadap teman2 (tidak ada pembullyan, tidak ada yang berkata kotor, berkata kasar, tidak ada yang berlagak bosy atau sok kaya, sok pintar, sok keren, sok kakak kelas, dan sok sok yang lain), berlaku sopan terhadap bapak ibu guru (tidak ada yang bicara kurang hormat kurang sopan baik dengan guru2 muda maupun ...

Mengidolakan Sih Boleh, Tapi Ya Ga Gitu Juga....

Sebenarnya baik, kalau kita menyukai seseorang bahkan sampai mengidolakan. Tetapi sangat tidak baik, kalau kita memaksakan kehendak supaya seseorang itu menjadi seperti yang kita mau. Kejadian ini bermula ketika saya menjadi guru. Guru itu memang harus memasang dan beraksi di depan murid-muridnya. Berani, tegas, dan pintar harus terlihat. Tetapi sikap manis, senyum, ramah tidak selalu dan tidak mutlak diberikan oleh seorang guru kepada muridnya. Sebagai contoh ketika ada seorang murid ramai sendiri di kelas saat guru menerangkan, ketika ada murid yang bicara kurang sopan di kelas, ketika murid tidak mengerjakan tugas, apakah guru harus senyum kepada murid itu? Tentu jawabannya adalah TIDAK. Dengan tegas, saya menjawab TIDAK. Guru adalah seorang yang diberi tugas oleh Tuhan dan Negara untuk mendidik murid menjadi lebih baik. Dan kepada seluruh murid, saya sampaikan bahwa jangan pernah sakit hati kepada guru yang telah memarahi kamu karena apabila guru marah artinya guru ingin membena...

Sabtu Jalan Sehat

Sabtu tanggal 27 Maret 2010, saya datang ke Tumpang tepatnya di Desa Bendolawang. Di desa tersebut sangat terkenal yang namanya Durian. Banyak sekali pohon durian di sepanjang jalan setapak yang berada di bukitnya. Saya mulai jalan sehat pada pukul 10.00 sampai 11.30. Sempat saya merasa payah, kaki linu apalagi pada bagian lutut. Saat itu pun, saya bersama dengan teman-teman lain saling menjaga satu sama lain, sehingga kami tidak tersesat di tengah perjalanan. Setelah pulang dari jalan sehat, saya lanjut ke aktivitas berikutnya. Sesampainya di rumah pukul 20.00, langsung merasakan kaki yang tak karuan sakitnya. Tidur adalah salah satunya obat.